[google-translator]

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Bahas Tiga Agenda Penting, Rektor Buka RTM Undana 2023

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc resmi membuka Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di Wyndham Hotel, Surabaya, Kamis (26/1/2023). RTM tersebut membahas 3 (tiga) agenda penting yakni pemantapan program dan anggaran Tahun Anggaran (TA) 2023, penyusunan program anggaran TA 2024 dan penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK).

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik, Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M. Si, WR II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Ir. Jalaludin, M.Si, WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc, WR IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Dr. Jefry S. Bale, ST., M.Eng, para pimpinan tingkat fakultas, pascasarjana, lembaga, biro dan unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Undana.

RTM kali ini berbeda dari pelaksanaan RTM tahun-tahun sebelumnya, dimana kali ini lebih difokuskan pada pendampingan unit untuk pemantapan kesesuaian program kegiatan dan anggaran berbasis IKU/IKK yang akan dilaksanakan sesuai dengan Perjanjian Kinerja (PK) yang akan ditandatangani.

Dalam sambutannya, Rektor menjelaskan arah dan dan kebijakan yang diawali dengan tata nilai dan budaya kerja di lingkungan Undana.

Rektor mengingatkan jajaran pimpinan level universitas hingga program studi (prodi) agar berkomitmen menciptakan zero tolerance untuk menjamin mahasiswa dan lulusan yang sehat dan bahagia. Ia menyatakan, jajaran pimpinan di lingkungan Undana perlu satu mindset untuk melayani, bukan untuk dilayani, mendengar bukan hanya didengar.

Selain itu, perlu komunikasi dan kolaborasi antar individu dan unit kerja dalam mengimplementasikan program dan kegiatan. Hal yang tak kalah penting ditekankan Dr. Maxs adalah menjaga integritas, berinisiatif  dan inovatif dalam memberikan layanan terhadap stakeholders.

Menariknya, Rektor Undana mengajak segenap pimpinan se-Undana agar menggunakan hati dalam melakukan pelayanan kepada stakeholders. “Menjadi pemimpin tidak butuh pribadi yang memiliki kualitas mumpuni, tetapi mampu menggunakan hati untuk menggerakkan orang-orang hebat yang dipimpinnya agar berkomitmen meningkatkan pelayanan dan memajukan institusi,” tandas Rektor Maxs.

Lebih lanjut, ia menjelaskan fokus program dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan adaptif dengan melakukan 3 hal, yakni: Kesatu, peningkatan kualitas SDM mahasiswa, diantaranya dengan pembelajaran di luar kampus, kegiatan ekstrakurikuler dan partisipasi dalam kegiatan nasional maupun internasional, serta memperhatikan luaran penelitian mahasiswa yang memenuhi kriteria rekognisi nasional, internasional, maupun pengabdian di masyarakat.

Kedua, peningkatan kualitas SDM dosen dengan mendorong dosen agar studi lanjut dan sertifikat profesi. Ketiga, peningkatan kualitas SDM tendik dengan melakukan pelatihan dan sertifikat profesi.

Ia menambahkan, fokus program inovasi dan sinergi tridharma dengan meningkatkan pembelajaran berbasis case method dan atau project based learning, kemudian penelitian dan pengabdian. “Kita perlu melakukan penelitian dan pengabdian secara kolaboratif dan terpusat serta luaran yang memenuhi Indikator Kinerja Utama,” jelas Rektor Undana. Selain itu, perlu penerapan keahlian dan implementasi penelitian bagi dosen di luar kampus.

Sementara itu, untuk fokus program tata kelola, Rektor menjelaskan 5 hal, yakni: Pertama, mendorong akreditasi prodi dari baik menjadi baik sekali atau unggul, konversi dan akreditasi internasional. Kedua, meningkatkan kinerja manajemen, antara lain dengan memaksimalkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Institusi Pemerintahan (SAKIP), meningkatkan opini keuangan, capaian PK , Rencana Bisnis, self-assesment Badan Layanan Umum (BLU) dan persiapan menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

Ketiga, meningkatkan jumlah implementasi kerja sama dengan mitra Merdeka Belajar Kampus Merdeka (BMKM), dunia usaha dan industri (DUDI), pemerintah dan mitra internasional. Keempat, mendorong peningkatan pendapatan non-akademik melalui optimalisasi Badan Pengelola Usaha dan yang kelima revitalisasi layanan berbasis sistem informasi terintegrasi.

Sementara Ketua Panitia RTM sekaligus Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Undana, Jefry C. Adoe, SE dalam laporannya menyampaikan, selain RTM, panitia juga melakukan kegiatan training design thinking yang diikuti oleh Pimpinan di lingkungan Undana. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah: (1) Memberikan pelatihan pemahaman proses “design thinking” dalam menyelesaikan masalah di unit kerja melalui pemunculan inisiatif ide yang berdampak.

(2) Memunculkan Ide Kreatif untuk meningkatkan performa di unit kerja dengan memunculkan solusi dalam penyelesaian masalah yang ada dan (3) Mengembangkan ide ke dalam bentuk visualisasi purwarupa yang dapat disampaikan kepada publik untuk dievaluasi Bersama.

Lebih lanjut, jelas Kepala Biro Renkerma, metode pelaksanaan RTM kali ini berbeda dari pelaksanaan RTM tahun-tahun sebelumnya, dimana kali ini lebih difokuskan pada pendampingan unit untuk pemantapan kesesuaian program kegiatan dan anggaran berbasis IKU/IKK yang akan dilaksanakan sesuai dengan Perjanjian Kinerja yang akan ditandatangani.

“Kegiatan RTM kali ini kita mengundang Narasumber dari Biro Perencanaan Dikbudristek yang akan menyampaikan materi “Implementasi dan Strategi Pelaksanaan SAKIP tahun 2023”. Selain itu, RTM juga dihadiri oleh Dewan Pengawas BLU Undana, sekaligus memberikan pandangan tentang Pengelolaan BLU.

Terkait dengan alasan RTM di Surabaya, Kepala Biro Renkerma menjelaskan bahwa proses pendampingan unit kerja Bersama Tim SAKIP akan lebih efektif dan efisien, memberi kesempatan bagi setiap unit kerja untuk melakukan PKS dengan mitra yang sesuai definisi operasional IKU untuk memenuhi ketercapaian target IKU 2 (Mahasiswa di luar Kampus), dan IKU 6 (Kemitraan Program Studi), serta Surabaya merupakan lokasi yang strategis untuk menghadirkan narasumber.

“RTM ini merupakan pertemuan penting guna penyamaan persepsi dan pemahaman terkait sinkronisasi program kegiatan dan anggaran berbasis IKU/IKK, dan juga penyampaian arah dan kebijakan Rektor terkait kebijakan Universitas,” ujarnya. “ Semoga dengan izin TUHAN, pertemuan ini akan menjadi awal yang baik bagi kita semua dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan, dalam rangka peningkatan kualitas layanan Pendidikan Tinggi yang unggul dan berdampak,” sambung Kepala Biro Renkerma memungkasi laporannya. (rfl).

FOTO-FOTO

Comments are closed.
Archives