[google-translator]

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana dan PKBI Komit Cegah Kekerasan Seksual  di Kampus

Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen mencegah dan menindaklanjuti persoalan kekerasan seksual, serta mewujudkan inklusi sosial di kampus.

Untuk tujuan tersebut, kedua belah pihak resmi menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kerja sama antara Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dan Ketua PKBI NTT, ProfDr. IGB Arjana, M.S di Ruang Rapat Rektorat, Jumat (25/11/2022).

Turut menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Yefri C. Adoe, SE, Koordinator Pusat Layanan HAM, Gender, Anak dan Kependudukan, LP2M, Dr. Detji K. E. R. Nuban, SH., M.Hum,  Wakil Sekretaris PKBI NTT, Fitri Ayuningsih, Ketua Forum Remaja PKBI NTT, Merlinda S. Ximenes, Direktur Eksekutif PKBI NTT, Mauri Taopan beserta staf.

Rektor Undana, Dr. Maxs dalam sambutannya menyambut baik kerja sama yang dilakukan ke dua bela pihak. Menurutnya, kerja sama tidak saja  soal komitmen bersama, tetapi juga terkait dengan hal yang bersifat administratif. Sebab, dunia perguruan tinggi saat ini, termasuk Undana, kerap diminta jumlah maupun jenis kerja sama yang dilakukan dengan pihak luar, baik antar universitas maupun dinas, instansi, atau dunia industri.

Rektor Undana, Dr. Maxs dan Ketua PKBI NTT, Prof. I Gusti menandatangani nota kesepahaman Ruang Rapat Rektorat Undana, Jumat (25/11/2022).

Melalui kerja sama tersebut, Rektor Undana berharap akan melahirkan aktivitas dan tanggungjawab yang bisa dieksekusi bersama. Ia menjelaskan, kerja sama tersebut sangat penting, karena dengan transformasi dunia pendidikan saat ini, melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Undana juga dituntut melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Selain itu, mahasiswa kami bisa lakukan magang atau PKL, dan dosen kami bisa lakukan riset bersama dan pertukaran narasumber pada seminar atau kuliah-umum,” jelas Rektor Undana.

Melalui transformasi pendidikan, sebut Rektor Undana, saat ini dosen didorong untuk bisa beraktivitas di luar kampus. “Sekarang dengan adanya Badan Layanan Umum (BLU), ada indikator utama dosen, berapa dosen yang lakukan aktivitas di luar, pengalaman di luar, membangun jaringan dan lainnya, yang kemudian dibawa dan disampaikan dan dibagikan ke rekan dosen, terutama kepada mahasiswa,” jelas Rektor Undana.

Lebih lanjut, kata Rektor Maxs, apa yang dilakukan para dosen harus sesuai dengan tema pada Dies Natalis Undana ke-60, yakni Undana berdampak. “Kita harus keluar dan membuka diri seluas-luasnya bagi kampus dan dunia usaha, terutama masyarakat,” pungkas Rektor.

Sementara Ketua PKBI NTT, Prof. Dr. I Gusti Bagus Arjana, M.S mengatakan, kerja sama Undana dan PKBI NTT untuk mencegah dan menindaklanjuti persoalan kekerasan seksual dan mewujudkan inklusi sosial di kampus.

“Untuk dipahami bahwa isu-isu yang menjadi penting dalam program kami adalah pemenuhan hak-hak kesehatan seksual remaja dan reproduksi, menyediakan klinik PKBI, bina aksara, pencegahan kekerasan seksual bagi anak, menyediakan Pusat Kesehatan dan Reproduksi Remaja, dan juga fokus pada bonus demografi,” jelas Prof.

NTT Tanpa Bonus Demografi

Menurut Prof. I Gusti, meski saat ini Indonesia tengah memasuki bonus demografi, di mana angkatan kerja didominasi generasi muda. Namun, kata Prof. I Gusti, NTT dan 6 (enam) provinsi di NTT tidak mendapatkan bonus demografi.

Hal itu disebabkan karena tingkat kelahiran di NTT, tergolong tinggi, sehingga angka ketergantungan pun tergolong tinggi.

Kemudian hal lain yang menjadi fokus PKBI adalah persoalan sex pranikah,  kehamilan yang tak diinginkan, aborsi, peningkatan usia perkawinan tanpa prosedur yang benar, dan pembentukan Kota Layak Anak serta tindak pidana kekerasan seksual.

Dari sejumlah hal tersebut, Ketua PKBI NTT berharap, kerja sama Undana dan PKBI segera ditindaklanjuti pada tataran praksis agar program dan kegiatan yang dilakukan bisa bermanfaat bagi Undana, PKBI, NTT, Indonesia, dan bagi kemanusiaan. (rf)

Comments are closed.
Archives